Skip to content

My Blog

My WordPress Blog

Menu
  • Sample Page
Menu
Pentingnya Preventive Maintenance

7 Teknik Preventive Maintenance yang Terbukti Hemat Biaya Perawatan

Posted on December 17, 2025

Cara Hemat Biaya Perawatan dengan 7 Strategi Preventive Maintenance Modern

Pentingnya Preventive Maintenance

Perusahaan yang ingin menekan biaya operasional tidak bisa lagi mengandalkan perawatan reaktif. Aset modern mulai dari mesin produksi, kendaraan operasional, sistem HVAC, hingga instalasi listrik membutuhkan strategi pemeliharaan yang lebih terukur. Di sinilah preventive maintenance (PM) memegang peran penting. Pendekatan ini tidak hanya menjaga performa aset, tetapi juga mencegah downtime yang mengganggu produktivitas.

Preventive maintenance bekerja dengan cara sederhana: Anda merawat aset sebelum rusak. Namun praktik lapangan menunjukkan bahwa tidak semua perusahaan berhasil menerapkannya secara efektif. Banyak yang hanya membuat jadwal rutin tanpa memastikan metode yang tepat, sehingga biaya tetap tinggi dan masalah berulang.

Artikel ini membahas 7 teknik preventive maintenance yang terbukti hemat biaya, lengkap dengan dampaknya pada efisiensi, cara implementasinya, dan referensi untuk memperdalam pengetahuan teknis.

Pentingnya Preventive Maintenance

Preventive maintenance menjadi tulang punggung manajemen aset modern karena sejumlah alasan kuat:

  1. Mengurangi downtime tak terencana. Ketika aset tiba-tiba berhenti, perusahaan bisa mengalami kerugian besar akibat terhentinya produksi atau layanan. PM mengurangi risiko tersebut secara signifikan.

  2. Menambah umur aset. Suku cadang yang dirawat dengan benar bertahan lebih lama, sehingga perusahaan tidak perlu melakukan penggantian besar dalam jangka pendek.

  3. Menurunkan biaya perbaikan besar. Perbaikan darurat biasanya lebih mahal karena membutuhkan tenaga tambahan, overtime, dan parts yang segera harus tersedia.

  4. Meningkatkan keselamatan kerja. Mesin yang tidak bermasalah menurunkan kemungkinan kecelakaan kerja akibat kegagalan komponen.

  5. Memberikan kepastian kualitas operasional. Unit mesin yang stabil menjaga hasil produksi tetap konsisten.

Karena manfaat ini, preventive maintenance menjadi strategi wajib bagi perusahaan yang serius ingin mencapai efisiensi jangka panjang.

Teknik 1: Time-Based Maintenance (TBM)

Teknik pertama ini merupakan bentuk paling klasik dari preventive maintenance. Perusahaan menentukan interval waktu tertentu harian, mingguan, bulanan, atau tahunan untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan.

Kelebihan TBM:

  • Mudah direncanakan dan diprediksi.

  • Cocok untuk aset dengan pola keausan stabil.

  • Memudahkan penganggaran karena jadwalnya jelas.

Kekurangan:

  • Kadang terlalu cepat dilakukan sehingga meningkatkan biaya “over-maintenance”.

  • Tidak semua aset menunjukkan kerusakan berdasarkan waktu.

Contoh penerapan: penggantian oli forklift setiap 250 jam operasi atau servis AC bangunan setiap 3 bulan.

Teknik 2: Condition-Based Maintenance (CBM)

CBM menganalisis kondisi aktual aset menggunakan sensor, inspeksi, atau peralatan diagnostik. Perawatan dilakukan hanya ketika tanda-tanda penurunan performa muncul.

Kelebihan CBM:

  • Menghilangkan perawatan yang tidak perlu.

  • Menurunkan biaya karena perbaikan dilakukan tepat waktu.

  • Menggunakan data real-time untuk keputusan lebih akurat.

Sumber data CBM biasanya meliputi:

  • Getaran mesin

  • Suhu motor

  • Kebocoran tekanan

  • Level kebisingan

  • Konsumsi energi

Teknik ini sangat hemat biaya, khususnya untuk mesin kritis dengan risiko kegagalan tinggi.

Teknik 3: Predictive Maintenance (PdM)

Predictive maintenance adalah pengembangan lanjutan dari CBM. Aset dipantau secara berkelanjutan, dan data historisnya dianalisis menggunakan algoritma, machine learning, atau model statistik untuk memprediksi kapan kerusakan akan terjadi.

Keunggulan PdM:

  • Mengurangi downtime secara drastis.

  • Menekan biaya perbaikan besar.

  • Memberikan pandangan jangka panjang tentang kesehatan aset.

Contoh industri yang sudah menerapkannya: pembangkit listrik, manufaktur otomotif, hingga perusahaan logistik.

Teknik 4: Failure-Finding Maintenance (FFM)

FFM digunakan untuk mendeteksi kegagalan tersembunyi pada komponen yang tidak menunjukkan gejala sampai benar-benar rusak. Teknik ini sering diterapkan pada sistem keselamatan.

Contohnya:

  • Sistem alarm kebakaran

  • Emergency stop di pabrik

  • Backup generator

Jika komponen ini gagal berfungsi saat dibutuhkan, dampaknya sangat besar. FFM memastikan bahwa peralatan safety tetap dapat diandalkan.

Teknik 5: Risk-Based Maintenance (RBM)

RBM memprioritaskan aset berdasarkan tingkat risiko kegagalan dan dampaknya terhadap operasi. Teknik ini sangat efektif untuk mengoptimalkan anggaran maintenance.

Langkah dalam RBM:

  1. Mengidentifikasi aset kritis.

  2. Menilai risiko berdasarkan probabilitas kerusakan dan dampaknya.

  3. Menentukan metode perawatan yang sesuai.

Perusahaan tidak perlu menghabiskan biaya besar untuk aset non-kritis, sehingga alokasi dana lebih efisien dan terarah.

Teknik 6: Reliability-Centered Maintenance (RCM)

RCM berfokus pada keandalan operasional aset. Tujuannya adalah memastikan setiap komponen mampu menjalankan fungsinya sepanjang waktu yang ditentukan.

Proses RCM meliputi:

  • Menentukan fungsi utama aset

  • Mengidentifikasi mode kegagalan

  • Menentukan penyebab dan konsekuensinya

  • Memilih strategi maintenance paling tepat

RCM biasanya diterapkan pada fasilitas kompleks seperti kilang minyak, pesawat, atau sistem produksi berkapasitas tinggi. Meskipun implementasinya membutuhkan investasi awal, hasilnya sangat signifikan dalam menekan biaya jangka panjang.

Teknik 7: Autonomous Maintenance (AM)

Teknik ini merupakan bagian dari Total Productive Maintenance (TPM) yang melibatkan operator dalam melakukan perawatan dasar. Operator bertanggung jawab atas inspeksi ringan, pembersihan, pelumasan, dan deteksi dini masalah.

Manfaat AM:

  • Menurunkan beban teknisi maintenance.

  • Mempercepat deteksi masalah.

  • Meningkatkan kepedulian operator terhadap peralatan.

  • Meningkatkan efektivitas keseluruhan (Overall Equipment Effectiveness/OEE).

Implementasi AM terbukti sangat hemat biaya karena masalah kecil tertangani sebelum menjadi besar.

Dampak Biaya & Efisiensi

Ketujuh teknik di atas membawa dampak besar terhadap biaya dan efisiensi operasional. Berikut adalah beberapa dampak yang sering muncul setelah perusahaan menerapkan preventive maintenance secara konsisten.

  1. Penurunan biaya perbaikan darurat hingga 30-50%.
    Perbaikan darurat membutuhkan respons cepat dan tenaga kerja tambahan. Dengan PM, kejadian ini berkurang drastis.

  2. Penurunan downtime hingga 40%.
    Aset yang stabil memungkinkan perusahaan mempertahankan produktivitas.

  3. Pengurangan konsumsi energi.
    Mesin yang bersih dan terawat bekerja lebih efisien.

  4. Penghematan spare parts.
    Perusahaan tidak lagi mengganti suku cadang secara prematur.

  5. Pengurangan risiko kecelakaan kerja.
    Biaya kompensasi, legal, dan reputasi dapat ditekan secara signifikan.

  6. Optimasi OEE.
    Ketersediaan (availability), performa, dan kualitas produk meningkat.

Data dari berbagai studi menunjukkan bahwa preventive maintenance mampu menghasilkan ROI yang sangat tinggi, terutama pada sektor industri yang bergantung pada kegiatan produksi berkelanjutan.

Cara Implementasi

Menerapkan preventive maintenance tidak boleh dilakukan tanpa perencanaan. Berikut langkah yang terbukti efektif.

  1. Lakukan audit aset.
    Identifikasi kondisi terkini, usia, criticality, dan kebutuhan teknis setiap aset.

  2. Tentukan prioritas.
    Gunakan pendekatan RBM atau RCM untuk memetakan aset kritis dan non-kritis.

  3. Pilih teknik preventive maintenance yang sesuai.
    Tidak semua aset membutuhkan PdM. Beberapa cukup TBM atau AM.

  4. Gunakan software CMMS (Computerized Maintenance Management System).
    CMMS membantu membuat jadwal, mencatat histori perbaikan, memonitor suku cadang, dan memberikan laporan kinerja.

  5. Latih operator dan teknisi.
    Autonomous maintenance bekerja efektif jika operator memahami peran mereka.

  6. Buat SOP dan checklist inspeksi.
    Checklist membantu perusahaan menjaga konsistensi dalam setiap tindakan preventif.

  7. Evaluasi dan perbaiki sistem secara berkala.
    Analyze data downtime, MTBF (Mean Time Between Failures), dan MTTR (Mean Time To Repair) untuk meningkatkan strategi PM.

Dengan langkah ini, perusahaan dapat menerapkan preventive maintenance secara tepat dan mendapatkan penghematan nyata.

Kesimpulan

Preventive maintenance bukan hanya rutinitas teknis. Ini adalah strategi bisnis yang membantu perusahaan menjaga efisiensi, keamanan, dan kualitas operasional. Dengan memilih teknik preventive maintenance yang tepat mulai dari time-based hingga predictive maintenance perusahaan bisa menghemat biaya besar dan memastikan aset tetap berfungsi optimal.

Tantangan terbesar tidak terletak pada tekniknya, tetapi pada konsistensi pelaksanaan di lapangan. Perusahaan yang serius menerapkan PM secara terstruktur terbukti menikmati keuntungan kompetitif yang signifikan.

Jika Anda ingin menerapkan program preventive maintenance yang lebih matang, gunakan pendekatan berbasis data, training operator, dan teknologi CMMS. Keuntungan jangka panjangnya akan sangat terasa, baik dalam biaya, produktivitas, maupun umur aset.

Dapatkan teknik terbaru, praktik terbaik, serta panduan aplikatif yang siap digunakan untuk peningkatan kinerja fasilitas Anda. Klik tautan ini untuk melihat jadwal terbaru dan penawaran spesial.

Referensi

  1. Moubray, John. Reliability-Centered Maintenance II. Industrial Press.

  2. NASA. Reliability-Centered Maintenance Guide.

  3. IEC 60300 – Dependability Management.

  4. SKF Group. Condition Monitoring & Predictive Maintenance Handbook.

  5. SMRP (Society for Maintenance & Reliability Professionals) – Best Practices.

  6. ISO 55000 – Asset Management Standards.

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Cara Memilih Teknologi CMMS yang Tepat untuk Perusahaan Anda
  • Cara Menyusun Rencana Pemeliharaan Tahunan yang Realistis dan Efektif
  • Apa Itu Predictive Maintenance dan Mengapa Perusahaan Besar Menggunakannya?
  • Mengurangi Keluhan Karyawan dengan Sistem Manajemen Fasilitas Terstruktur
  • Trik Budgeting Manajemen Fasilitas agar Anggaran Tidak Jebol

Recent Comments

  1. A WordPress Commenter on Hello world!

Archives

  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025

Categories

  • manajemen fasilitas
  • manajemen gedung
  • pelatihan
  • soft skill
  • SOP pengelolaan fasilitas
  • strategi
  • training
  • Uncategorized
©2026 My Blog | Design: Newspaperly WordPress Theme